Keinginan mewujudkan mimpi merupakan kunci dari tujuan utama Kikip dalam perjalanan karirnya. Bright future needs to be evolved. Perkenalkan, Kikip Gusti Pranata. Merupakan alumnus FUAH UIN Saizu dari Prodi Studi Agama-Agama. Kikip melanjutkan studi lanjut pendidikan master setelah berhasil mendapatkan basiswa Russian Government Scholarship. Beasiswa ini merupakan kunci bagi dirinya untuk membuka jalan sebagai teolog di Indonesia.
Kikip, merupakan lulusan perdana dari angkatan pertama Prodi SAA tahun 2015. Ia menerima predikat “Cumlaude” dan menjadi mahasiswa pertama yang lulus dari program studi tersebut. Dengan nilai yang ia kira layak untuk mencoba langkah baru, mendaftarkan diri lewat beasiswa yang mana adalah salah satu mimpi yang ia tanamkan semenjak masuk ke bangku perkuliahan.
Mendapatkan beasiswa Russian Government Scholarship merupakan achievement terbesar yang dialami dalam hidupnya. Bagi Kikip, beasiswa ini tidak hanya membawa rasa bangga, tetapi juga membawa rasa istimewa karena ia bisa tinggal di salah satu bagian negara Eropa, kususnya di negara terdingin di dunia. Ia sungguh sangat bersyukur dengan beasiswa ini yang mana membuka peluang bagi dirinya untuk mengembangkan jejaring dan berdiskusi lintas disiplin.
Melanjutkan kisahnya di Eropa, Kikip melanjutkan studi di Kazan Federal University dengan jurusan Theology yang mana ia akan mengambil konsentrasi Christology and Islamology (contemporary Issues of Christian Theology: Orthodox Theology and Contemporary Issues of Islamic Theology). Di Fakultas Social and Philosophical Sciences and Mass, di Kota Kazan ibukota dari Republik Tatarstan. Dengan melanjutkan pendidikan di lingkungan internasional, memberikan Kikip sebuah kesempatan untuk memperluas jejaring sosial, memperdalam isu-isu global, interaksi lintas budaya, studi komparatif berbasis agama, partisipasi dalam komunitas global, penerapan nilai spiritual dalam konteks global untuk mengembangan pemahaman yang moderatif, kritis, serta relevan dengan tantangan zaman, membentuk karakter yang berintegritas intelektual dan spiritual di panggung dunia.
Dari hal tersebut mengingkatkan kikip akan bekal ilmu, bimbingan serta pengalaman yang diberikan oleh para dosen Studi Agama-Agama ketika ia masih duduk di bangku perkuliahan. Fondasi-fondasi yang diberikan dalam perkuliahan sangatlah bermanfaat untuk menempuh jenjang lebih lanjut dalam perjalanan akademiknya, khususnya penelitian yang akan ia jalani kedepannya.
Kikip kini mengaku siap menjalani studi lanjut, dan ia bersyukur mempunyai pengalaman kuliah di FUAH UIN SAIZ Purwokerto bisa menjadi bekal, dan juga ia mengaku akan nilai-nilai integritas, profesionalisme, objektivitas dan kepedulian sosial yang ditanamkan di FUAH UIN SAIZU menjadi pegangan dalam menjalani jalan panjang sebagai peneliti. “UIN SAIZU turut berperan untuk membentuk diri saya menjadi agent of change yang mengandalkan integritas, perubahan, refleksi, serta toleran,” ucap Kikip.